3.000 Mahasiswa IPB Jadi Relawan Pembuatan Biopori

Dunia

Institut Pertanian Bogor (IPB) menerjunkan 3.000 mahasiswanya menjadi relawan yang membantu warga Kota Bogor dalam membuat lubang biopori di rumah-rumah warga.

Lubang biopori yang berdiameter 10 sentimeter dengan kedalaman 80 sampai 100 sentimeter, merupakan teknologi sederhana untuk membantu dalam konservasi lahan, yang selanjutnya dapat mencegah longsor dan banjir. Hal tersebut terungkap dalam acara “Pelucuran 25 Inovasi IPB untuk Lingkungan dan Masyarakat” di Kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (5/4). “Pelibatan mahasiwa dalam kegiatan pembuatan lubang biopori ini, bukan tuntutan lembaga IPB kepada mereka, tetapi komitmen mereka sendiri, para mahasiwa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiwa Peduli Lingkungan IPB, yang diketuai Dwi Maswapati,” kata Kepala Humas dan Promosi IPB, Agus Lelana, usai acara tersebut.

’’Pembukaan kegiatan yang melibatkan ribuan mahasiswa itu dilaksanakan di Lapangan Sempur, yang bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan Bogor,” jelas Juru Bicara IPB drh Agus Lelana SpMP MSi.

Sementara itu, asisten Sosial Ekonomi Pemkot Kota Bogor Indra M Rusli menjelaskan, Hari Bumi tingkat Kota Bogor tahun ini tidak hanya diperingati peringatan secara seremonial belaka, juga akan melakukan aksi langsung di masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

’’Wujudnya, kami melaksanakan pembangunan lubang resapan biopori secara massal. Jumlah lubang biopori sebanyak 5.250 buah disesuaikan hari jadi Bogor yang memasuki usia 525 tahun,” ujarnya.

Menurut Agus, kegiatan pembuatan lubang biopori ini disambut baik oleh Wali Kota Bogor Diani Budiarto. Beberapa perusahaan swasta juga terlibat dalam membantu penyediaan alat untuk mengebor tanah, guna membuat lubang biopori itu.

Walapun para mahasiwa sudah membuat lubang-lubang biopori di beberapa tempat, penerjunan mereka secara masal ke pemukiman-pemukiman di Kota Bogor, mulai dilaksankan 22 April mendatang. Ini bertepatan dengan Kota Bogor memperingati Hari Bumi Sedunia, yang rencannya dipimpin Diani Budiarto.

Kamil R Brata, dosen ilmu tanah, air, dan konservasi lahan di Fakultas Pertanian IPB, menjelaskan, lubang biopori adalah lubang resapan air yang dibuat dengan diameter 10 seniti meter dan kedalaman 80 sampai 100 sentimeter. Lubang ini berfungsi untuk menampung sampah organik, seperti sampah dari dapur. Selain itu, berfungsi untuk menyerap air hujan, sehingga air itu tidak langsung masuk got, lalu ke sungai, dan kemudian terbuang ke laut.

Sementara itu, Kamir R Brata menambahkan, teknologi biopori itu punya kemanfaatan multiguna ketimbang sekadar sebagai solusi alternatif mengatasi banjir,seperti di DKI Jakarta yang hampir setiap tahun melanda.

’’Biopori dapat menjadi sumber resapan air dengan cepat sehingga mampu mengonservasi dengan efektif. Dengan konservasi air yang efektif, tentunya tidak perlu kekurangan air saat musim kemarau dan kelebihan air saat penghujan,” tuturnya. Di samping itu, teknologi ini bisa diaplikasikan di kawasan perumahan maupun di persawahan di perbukitan.

Idealnya, satu rumah memiliki 10 lubang, sehingga pada hari ke-20, pembuangan sampah organik kembali ke lubang pertama, karena sampah organik sebelumnya sudah “habis” menjadi kompos. (RTS/man/ant) dari berbagai sumber 

Advertisements

16 thoughts on “3.000 Mahasiswa IPB Jadi Relawan Pembuatan Biopori

  1. Rosalia Budiarsi says:

    Saya sangat tertarik untuk membuat biopori, dimana saya dapat membeli alat pembuat lubang biopori tersebut.

  2. admin_papa says:

    Hi Folks!

    Just wanted to share my new experience.

    If your Windows XP denies to start due to an error corresponding to lost HAL.DLL, invalid Boot.ini or any other important system boot files you can repair this by using the XP installation CD. Just boot from your XP Setup CD and enter the Recovery Console. Then run “attrib -H -R -S” on the C:\Boot.ini file and remove it. Run “Bootcfg /Rebuild” and then Fixboot

    Regards,
    Carl

  3. AginoNibovano says:

    Hi. I repeatedly be familiar with this forum. This is the oldest together unqualified to ask a query.
    How multitudinous in this forum are references progressive behind, disingenuous users?
    Can I worthiness all the communication that there is?

  4. Tepejoype says:

    This look interesting,so far.
    If there’s anyone else here, let me know.
    Oh, and yes I’m a real person LOL.

    See ya,

  5. JaraSoigree says:

    Manusia .. Indah .. Menakjubkan .. Saya akan bookmark situs Anda dan mengambil alsoI’m feed senang menemukan begitu banyak info berguna di sini dalam menerbitkan , kami ingin mengembangkan strategi ekstra dalam hal ini , terima kasih untuk berbagi . . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s