Kabupaten Merauke Berpotensi Menjadi Sentra Produksi Beras Nasional

 

Sawah

Potensi alam yang dimiliki Kabupaten Merauke sangat mendukung bagi pengembangan tanaman padi sehingga berpotensi menjadi salah satu sentra produksi beras nasional. Menurut data Kabupaten Merauke Tahun 2006 yang dirilis oleh Pemkab Merauke, kabupaten ini mempunyai lahan seluas 1,7 juta ha yang secara biofisik sesuai bagi pertanaman padi sawah. Lahan yang telah dibuka baru sekitar 21.300 ha dengan luas panen sekitar 15.700 ha.
Hasil penelitian yang dilakukan Dr. Abdul Karim Makarim dan kawan-kawan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menyebutkan, hasil gabah kering giling (GKG) rata-rata saat ini di Merauke sekitar 4 ton/ha. Bila hasil tersebut bisa ditingkatkan menjadi 6 ton/ha dan luas panennya ditingkatkan mejadi 0,5 juta ton, maka produksi GKG Merauke per tahun dapat mencapai 3 juta ton. Angka tersebut sudah melebihi kebutuhan Papua (termasuk Irjabar) dan Maluku di tahun 2010 yang diprediksi menjadi 686.000 ton GKG. Belum termasuk produksi dari kabupaten-kabupaten lain di Papua. Sedangkan saat ini, Papua baru dapat memenuhi 30-40% kebutuhanya akan beras.
Bila pengembangan tanaman padi di Merauke digalakkan, peluang pemenuhan permintaan beras oleh daerah-daerah di luar Papua, Maluku serta Papua Nugini dan sekitarnya sangatlah besar. Hal ini merupakan peluang pasar yang menjanjikan bagi pengembangan padi di Merauke. Peluang itu dapat semakin terbuka lebar bila disertai pengembangan industri pascapanen padi.
Dilihat dari potensi alam, produksi dan pemasaran, Merauke berkesempatan menjadi lumbung padi di Indonesia bagian timur. Namun hambatan yang muncul adalah dari aspek budaya yang masih kental di sana, apalagi padi bukanlah makanan pokok masyarakat asli Papua.
Dr. Adi Widjono dari Puslitbangtan telah melakukan kajian tentang analisis sosial budaya pengembangan padi di Merauke. Ia menyebutkan saat ini masyarakat asli Papua tertarik untuk ikut membudidayakan padi. Ini mungkin disebabkan padi tidak terikat adat dan secara ekonomis lebih menguntungkan dibanding komoditas tradisional. “Masyarakat Papua hingga saat ini masih mensakralkan sagu, mereka benar-benar menghormati sagu, disinilah terdapat faktor hambatan budaya atau adat,” katanya kepada Majalah Agrotek, dalam acara seminar rutin di Puslitbangtan Bogor beberapa waktu yang lalu.
Adi mencontohkan bila ada seseorang yang membawa sejumlah sagu di atas sepeda, kemudian sagu tersebut berceceran ke tanah dan ada orang lain yang melihat, maka orang yang membawa sagu tadi dalam kondisi terancam keselamatannya karena dianggap sudah tidak menghormati sagu. Ditambahkan pula, hasil pengamatannya menunjukkan upaya mendatangkan tenaga terampil dari luar Merauke sebaiknya dihindarkan dalam suatu masa tertentu.
Untuk dapat mengembangkan padi secara optimal di Merauke, faktor budaya asli perlu menjadi perhatian. Berbagai komoditas tradisional dan komoditas berpotensi lainnya perlu ikut dikembangkan secara seimbang. Sistem penyuluhan dengan pendekatan partisipatif, sistematis, dan terencana diperlukan terutama untuk kulturasi masyarakat asli pada budidaya padi. Penyuluh harus berfungsi sebagai jembatan informasi dua arah, sebagai katalisator untuk menumbuhkan adanya rasa saling pengertian antara masyarakat tani dan, khususnya, pemerintah.
Penyuluh berkualifikasi tinggi pun diperlukan dalam jumlah besar. Disamping untuk meningkatkan produktivitas petani padi yang telah ada, penyuluhan harus mampu menyadarkan dan memberdayakan masyarakat asli. Di pihak lain, sosialisasi aspek budaya lokal perlu disampaikan kepada masyarakat pendatang untuk lebih memahami dan menghargai budaya asli. Tak ketinggalan pengembangan secara simultan berbagai sektor dan subsektor lain, seperti sarana transportasi, sistem tata niaga, maupun industri pasca panen, mutlak diperlukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s